Posts

TANAH SEBAGAI ALAT PRODUKSI MASYARAKAT ADAT

Oleh. Elifas Tomix Maspaitella SEKILAS INFO: Pertama : Di beberapa negeri adat di Pulau Seram, ada bidang tanah milik keluarga yang (terpaksa) dijual seharga Rp. 1.000.000,- dan ukurannya lebih dari dua hektare. Kedua : Seorang nenek di salah satu negeri adat pernah didatangi seorang pengusaha dan menawarkan agar lahannya yang penuh dengan kayu berkelas (entah berapa luasnya), dijual dengan tawaran ‘setengah juta’ atau ‘tujuh ratus lima puluh ribu’. Logika si nenek yang renta itu membayangkan bunyi ‘juta’ sebagai jumlah uang yang banyak. Logika itu kemudian disesatkan oleh perilaku sang pengusaha dan berhasil membeli lahan tersebut dengan harga ‘setengah juta’. Setelah dilunasi, dan si nenek renta itu menghitungnya, ternyata jumlah uang yang diperolehnya hanya ‘lima ratus ribu’. Ia menggerutu kepada salah seorang pejabat pemerintah negeri yang mengantar pengusaha itu, bahwa ia menyangka ‘setengah juta itu banyak’ padahal cuma ‘lima ratus ribu’, lebih sedikit dari ‘tujuh...

MENA MURIA SEBAGAI SEMANTIK KEBUDAYAAN

Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Mena Muria, muka blakang siap (=bagian depan dan belakang dalam keadaan baik, aman, damai). Jika ini didekati dari sisi semantik, maka ada beberapa indikasi hubungan semantik yang ternyata sangat terkait dengan kedirian orang Maluku, malah menjadi semacam ungkapan doa keselamatan (mengenai aspek "doa" bisa dibaca dalam salah satu tulisan saya "Mena Mole" - www.kutikata.blogspot.com). 1. Mena Muria dan Jatidiri Orang Maluku Fam atau marga adalah nama diri orang Maluku yang menunjuk pada hubungan keleluhuran (ancestor relationship), genealogia dan negeri asal (tanah tampa potong pusa). Fam Wattimena - Wattimury, Tuhumena - Tuhumury, Risamena, Sahumena, Salamena, Nahumuri Wattimury, mereferensi "mena" (muka, bagain depan) dan "muri" (blakang, bagian belakang) dan menunjuk pada posisi sosial marga itu dalam komunitasnya. Ada peran sosio adatis yang mereka jalankan sebagai suatu wujud penciptaan tatanan sosial. In...

NATAL DAN GERAKAN SIPIL

Bagian Kesatu Aku tidak akan menjadi peteriak karena aku tidak akan berteriak Aku akan mengatakan hal-hal yang aku lihat di bawah kolong langit di negeri dan pulau-pulau yang aku kunjungi sebab aku melihat apa yang kau dengar dari kabar dan cerita orang tetapi ada pula bagian kisah yang tidak terjamah oleh pemburu berita lokal dan nasional walau begitu, aku tidak akan menipumu sebab ini natal datangnya kabar baik maka dengarlah saja yang aku katakan nanti semoga telingamu sakit dan hatimu bergemuruh semoga adernalinmu terpacu dan nafsumu menembus ubun-ubun bukan agar kau organisir demonstrasi tetapi agar kau sadar bahwa kita masih dibuai candu tabaku jawa Ketahuilah kawan, di negeri-negeri, di pulau-pulau yang jauh saudara kita masih kagum memandang kapal kayu sesekali datang kapal besi dan ada kanak-kanak di dermaga yang berkata: ‘papa o, maloli pe mai’ dia bukan tak terjamah teknologi perkapalan dia bukan anak gunung rumahnya di bibir pa...

DENGAN SAYAPMU, TUHAN

Image
Doa untuk saudara di Air Asia QZ 8501 [eltom, 31/12-2014] Ya TUHAN: Jika Kau jadikan kami serupa burung, dengan sayap kami mengangkasa jika kami elang, gelegar suara kan getarkan jantung keriapan ikan yang lari bersembunyi di bawah dedaun yang menjuntai di sungai kau buat kami menjadi manusia yang tak sanggup menjangkau angkasa dan dari tanah ini kami kagumi langitMu nan biru awanMu nan putih berarak dan merasakan semilir angin yang membisikkan: ‘anak-Ku, Aku mengitarimu dari langit, di atas tanah, dan dalam tanah’ Ya TUHAN: Jika Kau jadikan kami malaikat, semua yang tercipta akan rindu mendengar cerita isi surga kalau Kau ada di sana, semua yang tercipta akan bertanya, seperti apa rupaMu kalau di sana Kau tinggal, mereka akan bertanya ukuran rumah, kamar dan warna selimutMu tetapi dari tanah yang kupijaki, kurasakan semilir angin yang kembali membisikkan: ‘anak-Ku, Aku berdiam di rumahmu, di negerimu, di tanahmu’ Ya TUHAN: Kami ...