Posts

TIMURNESIA:

Image
BIARKAN KAMI MENYANYI DAN MENARI DENGAN LAGU KAMI  Oleh. Pdt. Elifas Tomix Maspaitella     00 – INTERLUDE Kami menyanyi bukan untuk “jual suara” Sebab nyanyian bagi kami itu denyut jantung yang memompa kehidupan  Nyanyian adalah kehidupan, tarian adalah gerakan naik turunnya      Kalimat itu mungkin terlalu berlebihan, tetapi narasi kehidupan orang Indonesia Timur sepertinya bukan baris-baris aksara seumpama sebuah novel atau cerpen. Kami tidak pandai merangkai cerita episode ke episode, apalagi cerita bersambung. Sebab jika kami bercerita, justru kami sedang memainkan irama, bunyi dan nada. Jadi kehidupan kami itu ibarat  partiture,  ditulis dalam bentuk notasi dan syair, setiap syair selalu bergantung pada  not,  dan setiap derap kehidupan mengalir mengikuti  birama.  Cuatan hati kami sangat bergantung pada tangga nada yang dipakai. Karena besar kecilnya suara kami itu seperti ombak dari tengah lautan menyapu bibir ...

SAMAKAN LEVEL KASIHMU DENGANKU

Renungan Yohanes 21:15-19 Oleh. Pdt. Elifas Tomix Maspaitella     I.                               MENGENAL ITU LEBIH BAIK   Dialog Yesus dengan Petrus dalam Yohanes 21:15-19 berlangsung sebelum Yesus terangkat ke surga atau sebagai rangkaian terakhir dalam penyataan diri-Nya setelah Paskah. Dialog ini merupakan tahapan transisi kepemimpinan kerasulan yang penting, sebab Petruslah yang mendapat mandat untuk memimpin lembaga kerasulan. Malah pengakuan imannya mengenai Yesus sebagai Mesias adalah kunci dari tindakan Yesus mendirikan gereja-Nya (br. Mat.16:13-20; Mrk.8:27-30; Luk.9:18-21). Pengenalan di antara mereka, Yesus dan Petrus, berlangsung sejak ia dipanggil menjadi murid Yesus. Bahkan Yesus mengenal kondisi psikologis dan emosionalitas Petrus. Berulang kali ia diajak menemani Yesus pada peristiwa-peristiwa khusus, seperti s...

MEMENTO OMNIA – INGATLAH SEMUANYA

Image
  Mengenang dan Memaknai Penderitaan Yesus    Oleh. Pendeta Elifas Tomix Maspaitella       I – PENGANTAR   YESUS adalah tokoh historik. Ia ada di dalam sejarah, dan kehadiran-Nya tidak terbantahkan. Ia bukan hanya dikenang atau diingat, tetapi diimani sebagai Juruselamat, sang penebus dosa di dalam sejarah kemanusiaan. Bukti yang secara dasariah membuat kehadiran-Nya tidak terbantahkan adalah tiga injil sinoptik, Markus, Matius dan Lukas, sekaligus sebagai sumber-sumber historik yang dibaca dalam kacamata yang multidimensional.  Bagi pegiat sejarah, ketiga sumber itu menceritakan keadaan awal Yesus atau suatu masa dalam episode panjang sejarah Yahudi. Karena itu Yesus dan keyahudian adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Para peneliti sosial menjadikan ketiga injil itu sebagai sumber sejarah pergerakan sosial di masa transisi Yahudi dan Romawi serta ketegangan panjang Yahudi di dalam kekaisaran Romawi dan Yunani. Aliran-aliran pemikiran se...