Posts

Surat Terbuka dan Seruan dari Pemimpin-pemimpin Agama Islam

Sebuah Persamaan (Kalimat Bersama) di Antara Kami dan Kamu (Ringkasan dan Ikhtisar) Kaum Muslim dan Nasrani bersama-sama berjumlah lebih dari setengah populasi dunia. Tanpa perdamaian dan keadilan antara kedua komunitas agama ini, tidak ada perdamaian yang berarti di dunia. Masa depan dunia ini tergantung pada perdamaian antar kaum Muslim dan Nasrani. Dasar dari perdamaian dan pengertian ini sudah ada. Yaitu bagian dari prinsip yang sangat mendasar dari kedua kepercayaan: kasih kepada Allah yang Maha Esa dan kasih kepada sesama. Prinsip-prinsip ini ditemukan berulang-ulang di dalam teks-teks suci Islam dan Kekristenan. Kesatuan Allah, pentingnya kasih kepada Dia, dan pentingnya kasih kepada sesama dengan demikian menjadi dasar yang sama dalam Islam dan Kekristenan. Yang berikut hanyalah beberapa contoh: Tentang Kesatuan Allah, Allah berkata dalam Kitab Suci Al Qur’an: Katakanlan (ya Muhammad): Dialah Allah yang Mahaesa. Allah yang dituju (untuk meminta hayat) (Al-Ikhlas, 112:1-2). Meng...

A Common Word – Kalimat Bersama!

Image
Suatu Tanggapan Oleh. Elifas Tomix Maspaitella 1. Menguji kembali Asumsi Dua asumsi dari A Common Word (ACW) dalam suatu perspektif eccumenical dialogue antara Islam dan Kristen: (1) Islam dan Kristen menyumbang lebih dari separuh (55%) penduduk dunia; dan (2) memiliki ajaran yang sama mengenai kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Asumsi yang pertama, tidak mesti dimengerti secara taktis, melainkan dimengerti secara paradigmatik, bahwa Islam dan Kristen menjadi komunitas yang membentuk sebagian peradaban masyarakat dan peradaban beragama di dunia; baik pada basis-basis komunitas lokal maupun dalam persaudaraan global. Sebab jika asumsi itu dimengerti secara taktis, maka dialog ekumenis yang dibangun akan terperangkap dalam klaim posisi. Asumsi yang kedua menohok kembali pada persoalan mendasar yakni apakah dialog ekumenis mesti dibangun kembali dari dasar ajaran – sesuatu yang dalam waktu lama dihindari karena bayangan ‘benturan’. Jika asumsi kedua ini yang kemudian dipakai, t...

KASIH YANG SEMPURNA

Bahan Bacaan : Matius 22:37-40 (Tematis) Teks bacaan kita hari ini mengajarkan tentang ‘kasih yang sempurna’; yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, seperti diri kita sendiri. Ini jenis Kasih 3in1 (Three in One). Mengasihi Tuhan itu ada syaratnya, yaitu dengan segenap hati – artinya tulus dan sungguh-sungguh, tidak ada keraguan sedikitpun, sebab hati adalah pusat segala keputusan. Dengan segenap jiwamu – artinya memberi hidup secara total kepada Tuhan. Tentu dengan jalan melakukan perbuatan baik, atau menjadikan hidup berguna bagi Tuhan, hidup yang seturut firman Tuhan. Dengan segenap akal budimu – artinya berdasarkan pada keyakinan dan pengenalan kepada Tuhan. Pertanda mengasihi Tuhan juga membuat manusia mesti belajar tentang siapa Tuhan itu. Belajar dari mana? Dari pengalaman hidup setiap hari. Tetapi juga dengan seluruh kepandaian yang kita miliki, karena kepandaian itu adalah bentuk kasih Tuhan. Kasih yang kedua adalah ‘mengasihi sesama’. Apa syaratnya? Teks kita mengatakan s...

JANGAN MERANCANG KECELAKAAN

Bahan Bacaan : Mazmur 52:3-9 (Tematis) Petuah orang tua-tua: ‘hidop nih musti biking bae saja, jang cari lawan’! Petuah-petuah ini adalah bentuk-bentuk ajaran hikmat yang setara dengan Mazmur. Artinya betapa perbuatan baik itu adalah sesuatu yang paling ideal dan perlu dalam hubungan dengan sesama. Perbuatan baik itu menunjukkan kualitas hidup kita (orang percaya). Kalau ada yang beda antara kita (orang benar) dengan orang-orang lain (orang fasik), perbedaan itu adalah pada gaya hidup (life style), dan carapandang mengenai perlunya melakukan kebaikan. Karena itu, merancang kecelakaan kepada sesama, dalam setiap bentuknya, menunjukkan rendahnya kualitas hidup kita sebagai orang percaya. Sebab merancang kecelakaan sesama hanya dilakukan oleh orang-orang jahat, yaitu mereka yang sudah tidak mau hidup diatur oleh berbagai aturan moral, hukum dan agama. Orang-orang yang tidak tertib hidupnya. Setiap hari, kita bisa berpeluang merancang kecelakaan, baik dengan pikiran kita, tutur kata dan li...

Menjadi Beriman

Image
Kolose 1:3-8 Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Dalam surat kiriman ini, Paulus memuji orang Kolose karena tiga hal yang mereka miliki, yakni iman, kasih dan pengharapan (ay.4-5). Iman, karena mereka menjadi kristen hanya dengan mendengar berita tentang Yesus, dari ajaran para rasul dan pengikut-pengikut rasul (seperti Epafras dan Timotius). Kasih, karena sebagai orang kristen, mereka tekun dalam saling bertolong-tolongan seorang terhadap lainnya. Pengharapan, karena walau dihadapkan dengan berbagai ajaran (paganisme, Yahudi arus utama, Filsafat Yunani, dan Gnostisisme), mereka tetap berpegang pada Injil tentang Yesus, bahwa Yesus adalah dasar seluruh ciptaan Allah, gambar Allah yang sejati, dan pendamai, serta penyelamat (bnd.1:15-23). Kita juga menjadi kristen karena mendengar kabar baik yang dibawa oleh para pekabar injil. Atau juga menjadi semakin beriman karena intensitas pengajaran Injil melalui pemberitaan Firman, pelayanan kasih, sakramen dan persekutuan kudus dalam jemaat. Kita se...

Yah...Puas lha....

Image
Yakobus 1:9-11 oleh. Elifas Tomix Maspaitella Doa : “TUHAN, berilah kepadaku yang secukupnya, hari ini” Amin Renungan: Perlu terlebih dahulu diluruskan bahwa teks ini tidak berarti orang kristen dilarang untuk menjadi kaya, melainkan mengkritik sikap orang kristen yang tidak konsisten, tidak matang dan kekurangan hikmat (bnd.1:2-5), padahal mereka sudah mendengar dan dibentuk oleh ajaran Injil. Analogi kedudukan yang tinggi dan kedudukan yang rendah ini muncul karena ada orang yang merasa berkuasa atas orang lain hanya karena memiliki kekayaan secara material. Bagi Paulus, sikap seperti ini menunjukkan ketidakmatangan orang beriman. Karena itu hidup tidak bisa dilihat pada kedudukan sosial: siapa yang tinggi dan siapa yang rendah. Siapa yang kaya dan siapa yang miskin. Siapa yang berkuasa dan siapa yang dikuasai. Tetapi pada kedalaman hikmat seseorang. Sebab dengan berhikmat, ia akan tahu memanfaatkan kedudukan, kekayaan, kepandaian, kekuasaannya secara benar. Karena itu, ia akan dihor...

Dengar dan Jawab

Image
Yakobus 1:19-27 Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Doa: “TUHAN, telah aku dengar tentang kebaikanMu, ajarkan aku melakukannya. Telah aku dengar teriakan orang yang susah, ajar aku menjawabnya” Ayat Fokus: ay. 25c ”…jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”. Renungan: Dengar dan Jawab! Ini sudah menjadi kaidah dalam suatu komunikasi. Tetapi belum tentu setiap orang yang mendengar keluhan dan permohonan sesamanya yang kesusahan, mau dengan tulus menjawab dengan menunjukkan perbuatan baik. Rumus ibadah yang sejati, dalam bacaan hari ini, terletak pada hal ‘dengar dan jawab’. Mendengar, berarti membuka telinga dan hati untuk juga mengakui bahwa ada banyak orang yang memerlukan pertolongan atau sokongan. Mereka memerlukan suatu tindakan pembebasan, dan motivasi untuk keluar dari masalah itu. Bacaan ini diarahkan kepada kita, jemaat yang ternyata memiliki potensi untuk memberi jawaban atas teriakan orang-orang yang k...