Posts

PEMIKIRAN TEOLOGI JOHANNES LEIMENA

Image
Suatu Upaya Awal Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Pendahuluan Beta sebenarn ya hendak menulis sebuah pemikiran Teologi Johannes Leimena, karena dari banyak cerita dan penelitian mengenainya, selain sebagai pemikir dan tokoh bangsa yang malang melintang di 'rimba' politik, kenegaraan, pelayanan sosial sebagai seorang dokter, Om Jo, begitu menurut sapaan di kalangan GMKI, adalah seorang tokoh gereja, yang turut membidani lahirnya Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), serta seorang pentolan CSV yang merupakan cikal bakal GMKI. Beta kira karena itu, Om Jo, adalah seorang yang patut disebut sebagai peletak dasar TEOLOGI KEBANGSAAN. Ia menggelisahkan beta untuk melihat Indonesia sebagai sebuah kenyataan teologis. Beta berusaha membahas topik ini dengan meminjam beberapa sari pemikiran seorang Pahlawan Sejati bangsa Indonesia yakni DR. Johannes Leimena, yang oleh kalangan GMKI disapa Om Jo. Sebab menurut beta, setelah Rasul Paulus yang coba memposisikan relasi orang-orang kristen deng...

PATU KAPALAE

Image
Artefak Kapal Dagang Cina di Horale, Maluku Tengah Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Pengantar Menelusuri jejak peninggalan Cina di Maluku memiliki daya tarik tersendiri. Suatu jejak sejarah yang belum terlalu diminati kalangan ilmuan dan sejarahwan. Karena itu rekaman dan narasi sejarah mengenai Maluku selalu diwarnai dengan cerita Eropa, karena itu artefak-artefak Eropa yang paling banyak dipelihara atau dilestarikan. Padahal jika diakui secara jujur, jejak Cina merupakan jejak tertua, bahkan sudah ada jauh sebelum datangnya orang Eropa ke Maluku [mengenai ini, saya sedang mempersiapkan satu tulisan lain lagi sebagai kajian ulang terhadap rekaman data dan catatan beberapa ilmuwan barat]. Apa yang kemudian diulas dalam artikel ini adalah sebuah temuan baru yang patut dicurigai sebagai bukti bahwa pengaruh Cina di Maluku begitu mendalam dan meluas sampai ke daerah pedalaman. Pulau Seram adalah salah satu lokus yang di sini jejak Cina bisa ditemukan pula. Saya belum sempat menelusuri ke da...

NAZAR

Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Pengantar Tulisan ini muncul dari pertanyaan anggota Jemaat GPM Rumahtiga mengenai na[t]zar jemaat untuk pembangunan kembali Gedung Gereja Ebenhaezer saat peletakan batu penjuru pembangunan itu [22 April 2009]. Gedung gereja tua ini hancur akibat konflik sosial 4 Juli 2000. Gereja ini sendiri dibangun sejak 22 April 1821 (peletakan batu penjuru), dan ditahbiskan pada 29 November 1928. Kembali kepada pokok tulisan ini, na[t]zar secara umum dipahami jemaat-jemaat GPM sebagai ‘uang pergumulan’. Saya menulis na[t]zar mengikuti cara lafalisasi orang-orang Kristen di Maluku. Ada beberapa kebiasaan yang tersangkut dengan pemahaman itu: Pertama, setiap rumah pada kamar utama selalu ada ‘meja sumbayang’ dan di atasnya diletakkan ‘piring na[t]zar’. ‘Meja sumbayang’ merupakan tempat khusus untuk berdoa atau pergumulan keluarga, dan piring na[t]zar menjadi simbol kehadiran Tuhan dalam doa itu. Dewasa ini cara itu hanya ada pada beberapa keluarga [tidak semua keluarga...

Rethinking Diakonia

[Teks Budaya Buru dan Rekonsepsi Diakonia] Oleh. Elifas Tomix Maspaitella Pengantar 7 Juni 2010, jam 13.25-14.16, saya bertemu dan duduk makan bersama Pdt. John Beay (Ketua Majelis Jemaat Waesoar, Klasis GPM Buru Selatan) dan Pdt. Kely Tupan (Ketua Majelis Jemaat Waelo, Klasis GPM Buru Selatan). Kami ber-‘diskusi swasta’ sambil makang ikang bakar colo-colo di RM Dedes II di Jln. Said Perintah, Ambon. Kegelisahan Pdt. Beay yang melayani Jemaat dengan anggota 10 kepala keluarga di Waesoar mengenai bagaimana membangun karakter bergereja yang dibangun dari material budaya lokal menjadi sesuatu yang hangat melebihi ikan bakar yang sudah dihidangkan di hadapan kami. Pdt. Kely yang baru 2 tahun di Jemaat Waelo dalam tugas pertama sebagai Pendeta sudah cukup menjadi penyejuk dengan ide-ide ‘segar’ laksana juice nangka blanda yang mulai ‘disedot’ dari gelas kami masing-masing. Dengan melihat ‘pramusaji’ yang datang dan melayani kami, Pdt. Beay berkata: ‘beta pernah bilang par teman-teman Pdt d...

Jejak Cina di Maluku

Image
Suatu Hermeneutika Sejarah (Lokus Lease) Oleh. Elifas Tomix Maspaitella 1. Carapandang Sejarah yang Digunakan di Sini Judul di atas merupakan suatu usaha membahas dimensi sejarah gereja yang kiranya ditempatkan dan dipahami juga dalam konteks sejarah sosial secara menyeluruh. Memang ada aspek spesifik atau partikular dari sejarah, tetapi tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah secara umum. Beta mengalami sedikit kesulitan untuk menyajikan judul di atas sebagai sebuah tulisan sejarah, sebab beta memiliki sedikit data yang bisa membuat tulisan ini mengandung salah satu ciri penting dari sejarah itu sendiri yakni diakronik. Jika kita menyimak sistem pendataan sejarah, maka ada dua jenis data. Pertama, data tentang rekaman peristiwa di dalam suatu masa, yang memuat tindakan para aktor yang nota-bene adalah elite dalam suatu sistem sosial di masa lampau. Data ini berbentuk laporan-laporan atau arsip, dokumentasi, dan bangunan [yang lebih banyak menjadi fokus arkeologi]. Kedua, hasil pena...

Artefak-Artefak Cina

Image
Oleh. Elifas Tomix Maspaitella 1. Pendahuluan Kita digemparkan beberapa hari ini (4-5 Mei 2010) dengan kebijakan Pemerintah RI melelang ‘harta karun’ yang diambil dari Pantai di Cirebon. Dalam rekaman TV ternyata barang-barang itu adalah peninggalan Cina. Mengikuti tulisan teman saya, Sumanto Al Qurtuby, saya pun memperkirakan barang-barang Cina itu merupakan artefak-artefak yang ditinggalkan Muslim Cina. Artinya, barang-barang itu sebenarnya merupakan bukti dari sebuah sejarah penyebaran Islam di Jawa oleh orang Cina. Jika dipahami secara semantik, bukankah artefak-artefak itu sebenarnya telah menjadi sebagian dari kebudayaan material yang membentuk identitas Islam di Jawa, atau Muslim Cina Jawa itu sendiri. Saya percaya Sumanto, yang saat ini sedang menjalankan tugas Penelitian Disertasi di Ambon dan tinggal bersama saya di Pastori III Jemaat Rumahtiga, memiliki pemaknaan tersendiri terhadap fenomena itu. Suatu hal yang ditelitinya secara mendalam. Apa yang hendak saya paparkan di si...

Di Atas Panggung Dunia

oleh. Eltom Santu itu berjalan menyusuri tapak-tapak dosa dunia Berat beban di pundaknya Salib siapa yang dipikulnya??? Keras nian kayu yang disandangnya Salah siapa yang menempel di tubuh kudus itu Dosa siapa yang dirajah di dua pundaknya itu Dia terjatuh…. dan oh….salib itu menindihnya Teman…..sahabat….tidakkah matamu melihat dia terjatuh Mengapa dari seberang jalan engkau tertawa terbahak-bahak Sangkamu dia tontonan bagi matamu yang selalu buas laksana hendak memangsa saudaramu! Mengapa dari seberang jalan engkau mengurut dada dan merintih iba??? Apakah dia anakmu, ibu??? Apakah dia adikmu, kawanku??? Apakah dia teman sepermainanmu dahulu, sahabatku??? Ibu, jika engkau tidak menjawab tanyaku Kawanku, jika engkau tidak membalas suaraku Sahabatku, jika engkau tidak menyahuti kata-kataku Lalu, siapakah tubuh kaku yang tergeletak dan ditindih beban dunia ini???? Dia bangun lagi…. Dengan terseok ia berjalan kini Lebam wajahnya Ohhh…tangan siapa yang menghantam senyummu, sang kudus?? Tubu...