TIGA BATU TUNGKU:
Oleh. Elifas Tomix Maspaitella 1. Penting, menjadi sadar TULISAN ini merupakan ringkasan dan refleksi lanjutan atas Tesis yang saya tulis pada tahun 2001 di Universitas Kristen Satya Wacana – Salatiga. Setelah tesis itu dibaca kembali, renungan akademis memunculkan sebuah kesadaran kultural, akan berbagai mekanisme kontrol sosial yang sebetulnya telah ada dalam budaya masyarakat kita di Maluku. Tiga Batu Tungku (TBT) dalam defenisi itu merupakan salah satunya, di samping beberapa yang patut disebut seperti masohi, hamaren, sosoki, badati, sasahil, dll. Hanya saja, spesifikasi TBT tentu terletak pada jaringan yang terpintal di dalamnya. Umumnya, sistem kerjasama TBT ini dikenal di semua negeri (Kristen) di Maluku, yang terdiri dari unsur Pemerintah Negeri, Majelis Jemaat (Gereja), dan Dewan Guru (Pendidikan). Di negeri-negeri Islam, sistem ini lazim disebut Tetua Teru. Sistem ini umumnya berkembang di negeri-negeri Islam Leihitu, terdiri atas Siatawa – Raja Hitu – Timu Lau. Agak berbed...