Posts

DENGARLAH TANGISAN IBU BUMI

(Refleksi Terhadap Yeremia 14:1-9) I Bumi adalah ibu Tanah adalah rahim dari mana kita berasal  ke situ pula kelak kita kembali setiap hari ibu merintih sebab sembari ia merenggang nafas melahirkan anak-anak  ia pun meratapi mereka yang jatuh, rebah, membujur setanah sambil menahan malu diperkosa anaknya sendiri yang bebal yang merusak perutnya merobek-robek rahim yang melahirkannya: “Ibu kita menangis” II Ibu kita berkabung Pagarnya diterobos mesin yang mengaum melebihi singa muda Segala rumput dan bunga di halaman dibabat dan dilahap api Pintu rumahnya hancur berkeping Kamarnya, tempat yang paling sakral, disusupi anaknya dan merampok harta di koper tua tempat ia menyimpan kain sarung bekas darah bayi-bayi yang dilahirkannya Ujung kakinya berdarah digilas sepatu baja anaknya Bajunya, jubahnya disingkapkan, dirobek Ia ditelanjangi Ibu kita duduk memeluk kaki telanjangnya yang ditekuk Ibu kita sedih Ibu kita meratapi dirin...

MENYANYIKAN LAGU TANAH

Image
Obituary Kepada Pendeta Christian I. Tamaela, Ph.D Oleh. Elifas Tomix Maspaitella INTERULDE Hari ini (19 April 2020), jam 11.50, seorang komposer yang namanya kesohor di dunia, Christian I. Tamaela, tutup usia. Berita duka itu datang dari Prof. Agus Batlajery, sebagaimana tertulis dalam pesan WA di banyak WAG yang saya ikuti.  Saya membuka laman facebook dan membaca beberapa status yang baru diupdate, antara lain milik Steve Gaspersz dan JusNick Anamofa. Saya tidak sanggup menulis yang lebih di situ, kecuali penggalan pengalaman pada laman JusNick Anamofa, sebab saya pernah ada dalam pengalaman yang tulisnya sebagai rekaman peristiwa bersama Pak Chris ~demikian saya menyapanya sejak masih kuliah. Setelah HP dikembalikan anak saya, lalu saya membaca informasi duka dari Pendeta Jacky Manuputty di WAG Pimpinan PGI diikuti rentetan ucapan belasungkawa dari banyak pimpinan sinode anggota PGI. Pengalaman Pak Chris di banyak event gereja nasional, regional dan internasi...