Posts

‘Saya’: Kesantunan dalam Rajutan Etik Orang Maluku Utara

Oleh. Elifas Tomix Maspaitella SEBUAH KESAN AWAL Dalam tata Bahasa Indonesia, personal pronoun, lazimnya yaitu: -          ‘aku’ atau ‘saya’ = kata ganti nama orang pertama tunggal -          ‘anda’, ‘kamu’ = kata ganti orang kedua tunggal -          ‘kita’, ‘kami’,   ‘mereka’ = kata ganti orang ketiga jamak Namun, jika anda ke Maluku Utara [dan/atau Sulawesi Utara], anda akan menjumpai penggunaan pronoun yang sedikit berbeda dari kelaziman tata bahasa tadi. Orang pertama   tunggal dalam cara membahasa orang-orang di Maluku Utara ialah ‘kita’. Kata ganti ini dikenakan kepada subyek orang pertama tunggal, pada situasi membahasa yang menunjuk pada diri sendiri. Tetapi pada situasi membahasa yang menunjuk kepada orang ketiga jamak pun digunakan ‘kita’. Jadi perbedaannya terletak pada situasi membahasa mereka. Sebagai sebuah fenomena [ the...

‘Jang Bilang Beta Kafir, Beta Agama Noaulu’

Kajian dari Perspektif Sosiologi Agama Terhadap Azis M. Tunny, Beta Agama Noaulu, Cetakan I, Desember 2013, Yogyakarta: Smart Writing Oleh. Elifas Tomix ‘Maloi’ Maspaitella SATU: Pengantar Azis M. Tunny, dalam ‘ Beta Agama Noaulu’, telah memosisikan dirinya bukan sekedar seorang jurnalis dan pencinta alam, melainkan pewarta etnografi. Ia tidak hanya mekayakan sumber-sumber etnografi mengenai masyarakat Maluku. Ia menggugat bentuk-bentuk studi sosial, agama, budaya, yang selama ini terpasung dalam legalisasi bentuk agama dan tatanan liturgisnya [ liturgical order ]. Saya kagum dengan karyanya ini. Kekaguman itu terjadi sebab, seorang yang awam teologi telah menyajikan sebuah fakta sosial dan keagamaan asli yang sui generis, yakni masyarakat Noaulu dengan ‘apa ada dirinya’. Memang saya pernah membaca beberapa referensi yang secara khusus mengkaji masyarakat Noaulu dari perspektif sosio-budaya, dan teologi/agama. Namun, Agil [demikian Azis disapa], mengintroduksi sebu...