Friday, September 17, 2010

Mengapa 'Salah Berdoa'? [Bagian 2]

Elifas Tomix Maspaitella

Bahan Bacaan: Yakobus 4:7-10

Ayat Fokus : ay.10 “Rendahkan dirimu di hadapan TUHAN dan IA akan meninggikan kamu”


Berdoa itu berarti kita sadar TUHAN itu berlimpah dan kaya dalam kuasa dan kasihNya. Dengan kalimat lain, orang yang berdoa itu sadar bahwa dia memiliki potensi yang terbatas, berhadapan dengan TUHAN yang omnipotent (Maha segalanya). Maka jika ia meminta dalam doa, sebetulnya bukan karena ia tidak memiliki potensi, tetapi ia meminta TUHAN memberi kemampuan untuk mengelola potensinya.

Ada dua kondisi pribadi yang mesti dibenahi saat kita berdoa: a) tahirkanlah tanganmu (ay.8a) ~maksudnya dari tangan kita biasa datang berbagai hal yang tidak terpuji, seperti mencuri, membunuh, atau menggali lobang untuk menjerat saudara kita sendiri, dan bahkan menyembunyikan apa yang kita miliki; dan (b) sucikan hati (ay.8b) ~sebab kadang dalam berdoa kita tidak sungguh-sungguh mengandalkan TUHAN, kita berdoa sambil ragu-ragu, atau berdoa sambil membayangkan rencana apa yang kita kehendaki untuk dilakukan. Padahal dengan berdoa kita berharap TUHAN menunjukkan dan memberitahukan rencanaNya lalu kita melakukan rencana itu. Hati kita bercabang, maka lidah kita pun mengeluarkan kata-kata yang tidak sejalan dengan hati kita. Kita berdoa dalam kepalsuan. Bahkan kita juga sering berdoa dengan kesombongan, lalu melebih-lebihkan apa yang kita punyai, bahkan melebih-lebihkan orang yang kita doakan, walau dia sebenarnya bersalah. Kita sering melayani ‘doa-doa pesanan’, ‘doa-doa iklan’.

Ini yang dikatakan Yakobus sebagai hal-hal yang turut membuat doa kita salah. Sebab itu ia mengajar kita bahwa dengan berdoa sesungguhnya kita sedang bertelud di bawah kemahakuasaan dan kemuliaan TUHAN. Kita tidak bisa menyembunyikan diri dan menyelubungi niat hati kita. Kita menutupnya, padahal kita lupa IA terlebih dahulu sudah mengetahuinya. Sebab itu berdoa harus dengan kerendahan hati.


DOA:
TUHAN, tiga hal kumohon daripadaMu, tetapi berilah aku satu hal yang KAU kehendaki: kerendahan hati. Amin

No comments:

Tabea Upu Ina Upu Ama

This is my personal blog which contain my ideas. I welcome you to read and give the critical comments. And let us going to progressive discourse!