Thursday, December 25, 2014

SAAT PENDETA KEHABISAN BAHAN KHOTBAH NATAL



Sepanjang desember aku nyaris hafal Matius 1 sampai 2
kubandingkan ke Lukas 1 sampai 2
ku tengok Markus dan juga Yohanes
dan kitab-kitab lain kubuka sekedar mencari tahu sesuatu
dan paling jauh hanya sampai ke Mikha
lalu sedikit melirik Yesaya
takut kalau-kalau ia cemburu

dari mimbar natal satu ke lainnya
dari hari minggu sampai sabtu,
nyaris aku lupa nama hari
karena aku hanya mampu memperhatikan jam
takut kalau-kalau terlambat tiba di tempat ibadah natal
dan beralasan klasik, macet, becek, tak ada ojek

di atas mimbar aku menatap wajah jemaat satu per satu
bukan untuk mengenal mereka semua
tetapi mencari kalau-kalau ada pendengar khotbah kemarin malam
jadi kalau khotbah ini berulang,
akan disebut ‘Pendeta kehabisan bahan khotbah’
kalau tidak ada pendengar khotbah semalam
aku akan berteriak lantang
biar jemaat tahu ‘isinya baru pernah dikhotbahkan’
kalau pendengar semalam dan hari ini ada yang saling mengenal
dan esoknya bertemu di pasar sambil bercerita
maka ketahuan:
‘pendeta itu kemarin khotbah seperti itu pula di natal kami’
tapi ya sudah, mereka kan tidak di ibadah natal yang sama
dan mungkin aku tidak berjumpa mereka lagi

Kalau itu jemaat di tempat tugasku
‘aduh, mati aku’
mau khotbah apa lagi?
daya ingat mereka bagus semua
malah ada yang ingat khotbahku di minggu biasa
dari tafsir sampai implikasi
dari serius sampai lucu-lucuan
pasti berputar hanya pada ‘pentingnya rumah tangga,
pentingnya keluarga,
pentingnya  menjadi suami,
pentingnya menjadi isteri,
pentingnya menjadi anak, adik dan kakak
pentingnya menjaga damai dengan tetangga
dan siapkan diri menyambut Tuhan
bukan siap baju baru
cat rumah berwarna cerah
semuanya sudah dihafal jemaatku
sebab mungkin itu selalu jadi materi khotbahku sepanjang tahun bertugas di sini
‘aduh…mati aku’

Mencari bahan di luar Matius, Markus, Lukas dan Yohanes
tentu tidak lazim
karena bagi jemaat, itu bahan Januari sampai November
cerita taman eden mungkin sedikit masuk akal
tetapi cerita golgota katanya ini natal bukan paskah
cerita kisah penyembuhan, katanya ini natal bukan epifani
jadi memang hanya bisa bercerita tentang kandang domba-palungan, kain lampin

jangan cerita tentang Musa sebab dia di istana Firaun
cerita mengenai Majusi sebab mereka ke istana Herodes
cerita tentang emas, mur, perak dan kemenyaan,
bukan minyak narwastu yang dipakai Maria Magdalena
cerita tentang Maria ibu Yesus yang rendah hati dan tenang di Malam Kudus
tentang Yusuf yang tulus dan penuh kasih melindungi
ceritakan tentang gembala
ceritakan tentang malaikat
ceritakan tentang pemilik penginapan
ceritakan tentang Elizabeth dan Zakharia
ceritakan tentang Daud tetapi bukan dengan Batsyeba
mereka sudah hafal semuanya
jadi ceritakanlah sesuatu yang punya bobot
agar khotbahnya tidak ringan dan gampang mengangkasa
tidak merasuk telinga dan mengendap dalam hati

Kala bahan khotbah Pendeta telah habis dan tidak menarik,
jemaat jangan tertidur sebab ini gereja bukan penginapan
jangan bercerita sebab ini ibadah bukan rapat dengar pendapat
jangan lalu lalang ke kamar mandi sebab ini bukan restoran dan anda tidak disuguhi asinan dan makanan berminyak
tetaplah duduk dan mendengar
sebab pendeta juga manusia
jika ia mengulangi bahan khotbahnya,
jika ia berputar pada pesan-pesan rohaninya
tataplah wajahnya dan lihatlah, betapa ia sudah berkhotbah selama ini untukmu
di natal ini tataplah wajahnya dan jangan berkedip
lihatlah keringatnya yang mulai meleleh dari dalam kepala sampai ke pipinya

ketahuilah, ia lupa membawa sapu tangan
dan tidak ada tissyu di laci mimbar
lihatlah, ia tidak membeli pakaian baru karena tubuhnya selalu terbungkus toga hitam pekat
dan tataplah terus, sebab ia tetap bersemangat
malah tidak sadar bahwa microphone sudah mengeraskan suaranya yang asli sudah keras
tataplah sebab pasti di akhir khotbahnya ia akan berkata:
‘atas nama pribadi, keluarga dan para pelayan, kami ucapkan Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru’
Aminkan itu sebagai doanya yang tulus
Dan aminkan juga khotbahnya
[eltom, 24/12-2014]
[dibaca pada ibadah Malam Persiapan Natal 24 Desember 2014
di Gereja Terang Dunia [18.00 WIT] dan Kehidupan [20.00], Jemaat GPM Rumahtiga, Ambon]

No comments:

Tabea Upu Ina Upu Ama

This is my personal blog which contain my ideas. I welcome you to read and give the critical comments. And let us going to progressive discourse!