Friday, September 17, 2010

Menjadi Kristen yang Cerdas

Bahan Bacaan: Kisah Para Rasul 6:8-15
Fokus: Ay. 10



Menjadi orang kristen kita harus cerdas. Kecerdasan kristen adalah kecerdasan yang didasarkan pada hikmat. Sebab hikmat mengajarkan kita untuk sanggup memahami kita dipanggil TUHAN untuk menghadirkan damai sejahtera, dan melakukan hal-hal yang baik. Karena jika kita kedapatan melakukan hal-hal yang salah, negatif, kita diidentikkan dengan sebagai orang bodoh; sebaliknya melakukan hal-hal baik, positif, kita disebut berhikmat (cerdas).

Stefanus menunjukkan bahwa kecerdasan kristen tampak dalam isi pemberitaan kita. Pemberitaan kristen itu berdasar pada kebenaran, dan kebenaran itu adalah kebenaran mengenai karya Kristus di tengah dunia. Bahwa Kristus adalah seorang hamba Allah yang setia yang melakukan banyak perkara besar dan ajaib di tengah dunia. Perbuatan Kristus itu memungkinkan manusia memiliki keselamatan, karena perbuatan Kristus adalah perbuatan kasih yang bertujuan menebus manusia dari dosa.

Kebenaran kristen membuat kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satunya adalah fitnahan. Tetapi itu tidak harus mematikan nilai kebenaran itu sendiri. Kini banyak orang yang sudah tidak mau lagi mengasah hikmatnya, lalu cepat terbuai ketika mendengar berbagai ajaran baru yang instant. Kecerdasan kristen juga dapat diukur dari konsistensi kita berpegang dan berpedoman pada kebenaran yang sudah kita terima, yakni kita hanyalah hamba yang harus memberitakan Injil dalam kata dan perbuatan. Karena itu kita diajak untuk tenang menghadapi semua tantangan sambil tetap berpegang pada kebenaran yang sejati, yaitu kebenaran di dalam Kristus.

Menu:
Carilah hikmat dan peluklah kebenaran

No comments:

Tabea Upu Ina Upu Ama

This is my personal blog which contain my ideas. I welcome you to read and give the critical comments. And let us going to progressive discourse!