Saturday, February 13, 2010

Di Atas Panggung Dunia

oleh. Eltom

Santu itu berjalan menyusuri tapak-tapak dosa dunia
Berat beban di pundaknya
Salib siapa yang dipikulnya???
Keras nian kayu yang disandangnya
Salah siapa yang menempel di tubuh kudus itu
Dosa siapa yang dirajah di dua pundaknya itu

Dia terjatuh….
dan oh….salib itu menindihnya
Teman…..sahabat….tidakkah matamu melihat dia terjatuh
Mengapa dari seberang jalan engkau tertawa terbahak-bahak
Sangkamu dia tontonan bagi matamu yang selalu buas
laksana hendak memangsa saudaramu!

Mengapa dari seberang jalan engkau mengurut dada dan merintih iba???
Apakah dia anakmu, ibu???
Apakah dia adikmu, kawanku???
Apakah dia teman sepermainanmu dahulu, sahabatku???
Ibu, jika engkau tidak menjawab tanyaku
Kawanku, jika engkau tidak membalas suaraku
Sahabatku, jika engkau tidak menyahuti kata-kataku
Lalu, siapakah tubuh kaku yang tergeletak dan ditindih beban dunia ini????

Dia bangun lagi….
Dengan terseok ia berjalan kini
Lebam wajahnya
Ohhh…tangan siapa yang menghantam senyummu, sang kudus??

Tubuhnya tergores dan berlobang-lobang….menetes darah
Cambuk siapa yang merobek tubuhmu, wahai anak domba Allah?

Kakinya tak kuat lagi menatang tindisan dosa dunia
Tindisan dosaku, tindisan dosa kita
Lalu mengapa kita mengiringnya ke puncak siksa ini????

Hari ini,
Tiada daun palma di jalanan
Sebab dunia berselimutkan awan hitam
Bumi bertudungkan langit mendung
Allah menangis menatap anakNya sendiri dipanggang di panggung dunia
Allah merintih pedih melihat anakNya sendiri berjalan demi memenuhi kehendakNya

Ya Abba, Ya Bapa:
Mengapa cawan ini diteguknya
Mengapa piala ini diminumnya

Jika oleh kehendakMu dosaku harus dihapuskan
Mengapa tubuh kudus ini harus tergantung di kayu hitam ini
Mengapa lambungnya harus dicucuk besi mati itu
Mengapa hutang ini harus dibayar atas matiNya

Dengan dua tangan terlipat
Dan muka tengadah kepadaMu, Ya Abba
Aku hendak berteriak:
Di panggung dunia ini
‘TUHANku menderita
Tuhanku, tersalib
Tuhanku mati
Tetapi dia kan bangkit pada hari ketiga

(Puisi ini bisa untuk mengiring lakon Penyaliban Yesus) - dibacakan pertama kali dalam Ibadah Pencanangan Minggu Sengsara Yesus Kristus Tahun 2010, di Jemaat GPM Rumahtiga - Jumat, 12 Februari 2010 - di Halaman Gereja Fajar Hidup, WaiLela

No comments:

Tabea Upu Ina Upu Ama

This is my personal blog which contain my ideas. I welcome you to read and give the critical comments. And let us going to progressive discourse!