Sunday, April 26, 2009

Yah...Puas lha....

Yakobus 1:9-11
oleh. Elifas Tomix Maspaitella

Doa :
“TUHAN, berilah kepadaku yang secukupnya, hari ini” Amin




Renungan:


Perlu terlebih dahulu diluruskan bahwa teks ini tidak berarti orang kristen dilarang untuk menjadi kaya, melainkan mengkritik sikap orang kristen yang tidak konsisten, tidak matang dan kekurangan hikmat (bnd.1:2-5), padahal mereka sudah mendengar dan dibentuk oleh ajaran Injil. Analogi kedudukan yang tinggi dan kedudukan yang rendah ini muncul karena ada orang yang merasa berkuasa atas orang lain hanya karena memiliki kekayaan secara material. Bagi Paulus, sikap seperti ini menunjukkan ketidakmatangan orang beriman.
Karena itu hidup tidak bisa dilihat pada kedudukan sosial: siapa yang tinggi dan siapa yang rendah. Siapa yang kaya dan siapa yang miskin. Siapa yang berkuasa dan siapa yang dikuasai. Tetapi pada kedalaman hikmat seseorang. Sebab dengan berhikmat, ia akan tahu memanfaatkan kedudukan, kekayaan, kepandaian, kekuasaannya secara benar. Karena itu, ia akan dihormati, bukan karena kedudukan, kekayaan, kepandaian, atau kekuasaannya, melainkan karena pelayanannya kepada sesama (dan lingkungan).
Hal ‘orang kaya akan lenyap seperti bunga rumput’ (ay.10), dan panas matahari yang bisa melayukan rumput’ (ay.11) adalah gambaran dari tindakan Tuhan yang akan meruntuhkan kesombongan dan keangkuhan seseorang yang semena-mena terhadap sesasamanya. Sama halnya dengan ‘…orang kaya, di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap’ (ay.11). Artinya, tidak ada yang bertahan di hidup ini, selain memberi suatu teladan dan menunjukkan pelayanan yang benar.
Karena itu teks ini hendak mengatakan kepada kita untuk terus berlakukan kebaikan sesuai dengan posisi dan kedudukan kita di tengah masyarakat, keluarga, dan tempat kerja masing-masing.

Menu:
“Puaslah dengan apa yang diperoleh, tetapi berilah juga kepada orang dari apa yang kita peroleh”

No comments:

Tabea Upu Ina Upu Ama

This is my personal blog which contain my ideas. I welcome you to read and give the critical comments. And let us going to progressive discourse!