Tuesday, February 17, 2009

Renungan: Yehezkiel 18:21-29

Oleh. Elifas Tomix Maspaitella

Doa Buka Kerja:
TUHAN, aku mau tetap hidup sebagai orang benar; maka ajarlah aku tetap menjadi benar dan melakukan hal yang benar. Amin

Ayat Fokus: ay. 26-27 – “Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya”.

Renungan:
Katanya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kalimat ini sudah sering digunakan untuk melegitimasi ketidakdisiplinan kita, atau sifat ‘jam karet’. Kalimat lain, ‘biking saja, ada pengakuan dosa di gereja pada hari minggu’. Kalimat ini pun sudah sering digunakan untuk melegitimasi hobi kita melakukan perbuatan yang salah.
Masih banyak kalimat lainnya, yang sudah dijadikan alat legitimasi. Nah, ternyata itu sudah menjadi semacam pola dalam perilaku beriman kita. Karena kita tahu, Tuhan maha pengampun, dan pasti mengampuni setiap orang yang mengaku dosanya dengan jujur dan tulus, jadi lakukan saja perbuatan dosa, toh nanti juga diampuni Tuhan. Benar!!
Tetapi ayat bacaan kita menunjukkan bahwa pengampunan dosa itu dikerjakan Tuhan kepada orang yang sejak semulanya fasik, lalu karena mengenal Tuhan, berbalik kepadaNya. Bukan kepada orang-orang yang sudah diselamatkan, atau telah dibenarkan oleh Tuhan.
Seperti kita tidak suka atau benci jika ditipu, Tuhan juga tidak mau ditipu. Ia juga tidak mau kita berdusta dalam hal apa sekalipun, dan sekecil apa pun.

Menu:
Tetaplah menjadi orang benar, dan lakukanlah yang benar

No comments:

Tabea Upu Ina Upu Ama

This is my personal blog which contain my ideas. I welcome you to read and give the critical comments. And let us going to progressive discourse!